Dec 29, 2013

PENGARUH DANA ASING TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA: STUDI KOMPARASI FDI DAN HUTANG SWASTA PEMERINTAH INDONESIA



Lu’lu’ Rofi’atu Laila[1]
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Bogor
Jl. Ir. H. Djuanda No. 78, Sentul City-Bogor
lulu_diamond@ymail.com

Abstract
Employment issues has become government main focus in recent years. Various agenda and continues efforts arranged by government to address these issues, but it is not enough in the fact. However, macro economic datas show everythings in it’s right track with growth on realization of FDI and the reduction of foreign debt on budget posture believed will benefit the economy. This study aimed to determine the effect of FDI and foreign debt on job opportunity for many unemployment in Indonesia and also gives suggestion to the government and policy maker. This study use empirical monthly time series data from 1981-2011. This study uses Vector Auto Regression as a tool of analysis. The variables used in the study is FDI (foreign direct investment), EGD (external government debt) and UNEMPL (unemployment). The result shows the only variable that has effect on employment rate is government debt. It means that FDI does not open up job opportunities for many unemployment in Indonesia.

Keyword: Employment, FDI, EGD, VAR




Pendahuluan

Investasi atau penanaman modal yang merupakan salah satu faktor produksi menduduki tempat yang krusial dalam penerapannya. Hal ini dikarenakan penanaman modal menjadi sebuah langkah awal dalam setiap proses produksi, begitu juga dengan pembangunan yang dilakukan oleh Negara-negara yang ada di dunia. Dumairy (1996) menyebutkan bahwa dinamika penanaman modal mempengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi dan mencerminkan marak lesunya pembangunan. Kesadaran ini yang tampaknya melandasi upaya pemerintah untuk terus berusaha mengakumulasi modal demi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang baik yang dimaksudkan untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. Sesuai dengan yang diungkapkan Todaro (2000) bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh akumulasi modal (investasi pada tanah, peralatan, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia), sumber daya alam, sumber daya munusia (human resources) baik jumlah maupun tingkat kualitas penduduknya, kemajuan teknologi, akses terhadap informasi, keinginan untuk melakukan inovasi dan mengembangkan diri serta budaya kerja.
Hutang luar negeri pemerintah dengan berbagai perdebatan dampak yang disebabkannya tetap menduduki porsi yang besar dalam APBN negara. Ironi ini dikarenakan pemerintah Indonesia masih percaya teori ekonomi negara-negara maju yang menyatakan bahwa hutang luar negeri dapat menjadi stimulan dan pendorong kegiatan ekonomi negara berkembang yang perlu suntikan dana. Umar Juaro (1994) menyatakan bahwa secara teoritis pada tahun 1950-1960an dalam semangat duet ekonomi Harod Domar, hutang luar negeri memang memberikan dampak positif terhadap perekonomian melalui stimulus dari sisi investasi dan pada akhirnya menambah pendapatan dan jumlah tabungan masyarakat melalui multiplier effect.
Indonesia diketahui telah memanfaatkan utang luar negeri sejak zaman orde baru. Utang tersebut awalnya digunakan untuk membiayai pembangunan namun kemudian hari utang juga digunakan sebagai tambahan pembiayaan defisit anggaran. Menurut data yang dirilis DJPU hingga september 2013 diketahui hutang pemerintah sebesar 881.7 triliun rupiah. Jumlah ini diproyeksikan terus mengalami penurunan hingga 23% dari APBN pada akhir 2013, seiring dengan kebijakan pengelolaan utang yang ditetapkan kementrian keuangan.
Foreign Direct Investment (FDI) atau yang juga dikenal dengan sebutan penanaman modal asing (PMA) langsung, menjadi salah satu alternatif pilihan yang marak digandrungi dan dipercaya sebagai penyelamat perekonomian Negara-negara berkembang dengan cara mendapat suntikan dana pembangunan ketika tabungan dalam negeri tidak cukup untuk membiayai kegiatan pembangunan tersebut. Dengan begitu, Negara-negara berkembang termasuk Indonesia berusaha lebih giat menggairahkan iklim investasi dalam negeri.
Menurut Dumairy (1996) penggairahan iklim investasi di Indonesia telah dimulai sejak diundangkannya UU N0. 1/ Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) dan UU No. 6/ Tahun 1968 tentang Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) menyusul tampilnya rezim orde baru yang mendukung kehadiran investasi dari luar negeri. Kedua undang- undang tersebut kemudian disempurnakan dengan UU No. 11/Tahun 1970 tentang PMA dan UU No. 12/Tahun 1970 tentang PMDN.
Sumber: BKPM (diolah)
Grafik 1. Perkembangan Realisasi FDI 1999-2009
Perkembangan Foreign Direct Investment (FDI) dapat dilihat pada grafik 1, Perkembangan Realisasi FDI 1999-2009. Pasca diberlakukannya undang-undang tentang penanaman modal asing, nilai realisasi FDI di Indonesia mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Meski begitu tingkat realisasi FDI di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan bahwa Indonesia saat ini telah menjadi Negara tujuan investasi. Pertimbangan untuk memilih suatu negara sebagai negara tujuan investasi menurut Alex Easson (2004) dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu stabilitas ekonomi dan politik, infrastuktur bisnis dan hukum, sistem pemerintahan, dan faktor tenaga kerja. Perkembangan ini layak menjadi berita gembira bagi penduduk Indonesia karena realisasi FDI membawa beberapa manfaat baik bagi Negara tujuan investasi (host country). Diantaranya, menurut OECD (2002) yaitu meningkatkan investasi dan perdagangan, transfer teknologi, peningkatan sumber daya manusia, kompetisi dan pengembangan perusahaan.
Pasca pengeluaran inpres No. 3/Tahun 2006[2] yang mengatur tentang kebijakan umum pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi yang dimaksudkan untuk menarik investor asing agar menanamkan modal di Indonesia dalam bentuk FDI sekaligus untuk mencegah pengusaha Indonesia melarikan modalnya ke luar negeri, iklim investasi Indonesia diperkirakan akan semakin membaik. Dengan begitu, pemerintah berharap dapat menggerus angka pengangguran di Indonesia melalui pembangunan pabrik-pabrik dan industri-industri baru sehingga membuka lapagan-lapangan kerja baru.
Berdasarkan data yang dirilis oleh badan pusat statistic (BPS) jumlah pengangguran terbuka di Indonesia hingga februari 2013 adalah sejumlah 7.1 juta jiwa. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama yaitu sebesar 7.6 juta jiwa. Angka pengangguran ini cukup meresahkan, karena sebagaimana yang telah dijelaskan dalam teori-teori makro ekonomi bahwa tingkat pengangguran akan mempengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi suatu Negara.
Merunut pada latar belakang yang telah dipaparkan diatas, penulis dalam paper ini mencoba menganalisis pengaruh dana asing yang dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu investasi dan utang luar negeri terhadap upaya penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Secara eksplisit, tujuan dari penulisan paper ini yaitu pertama: mengkaji adakah pengaruh peningkatan FDI dan ULN terhadap pengurangan tingkat pengangguran terbuka; kedua: memberikan saran kebijakan dalam rangka pencapaian tujuan pemerintah dalam pengendalian tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.
Bagian kedua dari paper ini akan menjelaskan landasan teori dilanjutkan dengan data dan metodologi pada bagian ketiga. Analisis dan pembahasan akan disajikan pada bagian keempat dari paper, sedangkan kesimpulan dari pembahasan serta rekomendasi akan disajikan dibagian akhir sekaligus sebagai penutup dari pembahasan dalam paper.

Tinjauan Pustaka

Foreign Direct Investment (FDI) sebagaimana yang dirilis oleh OECD (1996) dan the IMF (1993) mencerminkan suatu bentuk tujuan mendapatkan kepentingan tetap oleh suatu entitas penduduk suatu negara (direct investor) di dalam perekonomian entitas penduduk lain yang bukan milik investor (direct enterprise).
Sedangkan menurut UU No. 25/Tahun 2007[3] tentang penanaman modal, sebagaimana yang tercantum dalam Bab 1 pasal 1 bahwa yang dimaksud dengan penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.
Proyeksi FDI direncanakan naik setiap tahunnya. Perencanaan ini bukanlah suatu kebijakan yang tidak didasari oleh fakta ataupun analisis terlebih dahulu. Pada faktanya data membuktikan bahwa Negara-negara dunia dengan tingkat realisasi FDI yang tinggi terbukti dapat mengurangi jumlah kemiskinan di negaranya. Sebagaimana yang tergambar pada grafik 3 dibawah, jumlah kemiskinan berhubungan negative dengan jumlah FDI yang masuk ke Negara tersebut. Populasi penduduk miskin tertinggi dengan presentasi diatas 70 persen dimiliki oleh Negara dengan tingkat persentase FDI terhadap GDP rendah. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa peran FDI bagi pertumbuhan ekonomi sangat esensial dibuktikan dengan Negara-negara dengan penduduk berpendapatan tinggi dapat memberikan suatu insentif bagi masyarakat dengan pendapatan rendah. Sehingga dampak positif FDI dalam pengurangan angka kemiskinan akan terasa jika FDI dijadikan sebagai alat untuk menumbuhkan industry-industri yang intensif menyerap tenaga kerja (OECD, 2002).
Kemiskinan n inward FDI.jpg
Sumber: World Development Indications
Grafik 3. Kemiskinan dan FDI inward di 60 negara berkembang
Utang luar negeri atau dikenal dengan pinjaman luar negeri adalah: setiap penerimaan negara baik dalam bentuk devisa dan/atau devisa yang dirupiahkan, rupiah, maupun dalam bentuk barang dan/atau jasa yang diperoleh dari pemberi pinjaman luar negeri yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu (kemenkeu).
Berbeda dengan FDI yang diproyeksikan dan diusahakan untuk terus mengalami kenaikan, ULN justru diusahakan untuk terus berkurang. Pemerintah memiliki kewenangan untuk mengatur sirkulasi utang sebagai penutup deficit anggaran dan kucuran dana proyek namun harus tetap sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, sebagaimana tercantum dalam peraturan pemerintah Nomor 2/Tahun 2006[4] tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri.
Beberapa literatur mengelompokkan penduduk dalam suatu negara menjadi dua kelompok besar yang digunakan untuk keperluan analisis ketenaga kerjaan yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Kemudian lebih luas tenaga kerja dikelompokkan menjadi angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (Dumairy, 1993). Kelompok angkatan kerja yang tidak bekerja dan masih atau sedang mencari pekerjaan inilah yang kemudian oleh BPS disebut sebagai pengangguran terbuka.
Berbagai penelitian terdahulu telah dilakukan untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris hubungan antara FDI dan pertumbuhan ekonomi meski dengan focus yang berbeda-beda. Mayoritas penelitian dilakukan untuk menganalisa apakah FDI benar-benar memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan focus wilayah yang berbeda seperti pembangunan perekonomian daerah-daerah tertentu ataupun sector tertentu seperti manufaktur, farmasi dan lain-lain. Sementara penelitian yang menitik fokuskan pada penyerapan tenaga kerja diantaranya seperti hubungan FDI dengan jumlah pengangguran terbuka dan tenaga terdidik. Namun, berdasarkan pengetahuan penulis yang minim, penelitian yang menitik fokuskan pada penyerapan tenaga kerja tamatan universitas belum pernah dilakukan.
Paper ini merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Syamsudin dan Anton A Setyawan (2008) yang menganalisis keterkaitan antara angka penanaman modal asing langsung (FDI) dan jumlah orang yang bekerja di indonesia, namun paper ini lebih menitik fokuskan pada penyerapan tenaga kerja tamatan universitas. Dengan menggunakan alat analisis regresi model error correction model (ECM) pendekatan first order, ia menemukan bahwa variabel FDI tidak berpengaruh terhadap jumlah orang bekerja di Indonesia.
Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Lipsey dan Sjoholm (2004) dalam penelitiannya yang menganalisis peran investasi asing langsung (FDI) di Indonesia berperan dalam membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja terdidik. Selain itu, FDI juga memberikan sumbangan bagi industry manufaktur Indonesia terutama dari sisi teknologi.
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Robert E. Lipsey, Fredrik Sjöholm dan Jing Sun (2010) dalam penelitiannya “Foreign Ownership and Employment Growth in Indonesian Manufacturing” bahwasanya FDI memiliki pengaruh baik dalam pertumbuhan perekonomian khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja. Dalam penelitiannya ia membuktikan bahwa kepemilikan atau akuisisi oleh asing menunjukkan tingkat pertumbuhan dan produktivitas yang lebih tinggi dibanding yang dimiliki oleh domestic. Pada akhirnya, perusahaan-perusahaan milik asinglah yang lebih dapat menyerap tenaga kerja dari Indonesia.

Data dan Metodologi

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder time series tahunan periode waktu 1981 hingga 2011, rentang waktu ini digunakan untuk memenuhi asumsi penyebaran data normal yakni sebanyak 30 observasi. Data tersebut merupakan data set yang diambil dari world development indication (WDI) yang diunduh di Official website world bank untuk data Foreign Direct Investment (FDI) dan utang luar negeri (EGD) serta statistik ketenaga kerjaan (LABORSTA) di Official website International Labor Organisation (ILO).
Dalam mengestimasi data, Alat analisis yang digunakan oleh penulis adalah analisis Vector Auto Regression (VAR) dengan pendekatan differensiasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya regresi lancung (spurious regression) akibat ketidak stasioner-an data yang cenderung ditemukan dalam data time series (Gujarati, 2003).
Model utama menggambarkan hubungan antara jumlah penganguran (Unemploy) dijelaskan oleh angka investasi langsung (FDI) dan utang luar negeri yang dinotasikan dengan EGD. Model yang dapat dibangun dari hubungan tersebut adalah sebagai berikut:
 
Dimana:
UnEmployt      = bentuk dari first difference
𝛶0                    = Intersep
FDI                  = Foreign Direct Investment
EGD                =Utang Luar Negeri (dalam paper digunakan utang swasta asumsi dana pembangunan infrastruktur)
𝜀                      = Error

Hasil dan Pembahasan

Sebelum melakukan analisis maka perlu dilakukan pengujian stasionaritas sebagai syarat estimasi model ekonomi menggunakan data time series dengan metode analisis VAR. Uji ini dapat dilakukan melalui pengujian ada atau tidaknya unit root dalam variabel dengan uji augmented dicky fuller (ADF) mengacu pada shochrul et all (2011).
Berdasarkan uji unit root dengan menggunakan ADF masing-masing variabel yaitu FDI, EGD dan Unempl stasioner pada tingkat first different-nya dan tingkat kepercayaan 95%. Karena data telah diketahui stasioner, dilakukan prosedur selanjutnya yaitu uji stabilitas model VAR. Dalam pengujian diketahui model VAR telah stabil ditandai dengan nilai modulus yang lebih kecil dari 1.
Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dengan dua uji yaitu the likelihood ratio test untuk melihat jumlah lag yang paling optimal untuk model. Hasil uji menyatakan bahwa lag optimal terdapat pada lag 2 dengan nilai AIC dan SIC terbaik. Selain itu, hasil uji kointegrasi juga menyatakan model tidak mengandung vector kointegrasi sehingga prosedur penelitian dapat diselesaikan dengan menggunakan metode VAR sederhana (shochrul et all). Sedangkan tes kedua dilakukan untuk menguji apakah suatu independent variable meningkatkan peramalan dari dependent variable atau tidak dengan menggunakan granger causality test. Hasil test menunjukkan bahwa variabel EGD (utang swasta pemerintah) secara signifikan berpengaruh terhadap FDI (investasi asing langsung) dan UNEMPL (pengangguran), sedangkan pengaruh variabel-variabel yang lain tidak jelas. Dengan demikian hipotesa yang menyatakan adanya hubungan sebab akibat antar variabel tidak terbukti.
The Impulse Response Test dilakukan untuk menganalisa pengaruh dari satu variabel terhadap variabel lain secara bersamaan. Dari uji IRF diketahui bahwa respon terhadap shock variabel Unempl sebesar satu standar deviasi tidak direspon oleh variabel FDI dan EGD pada periode awal, selanjutnya pada periode kedua memberi respon kenaikan EGD sebesar 0.000725 diatas rata-ratanya dan FDI 0.018 dibawah rata-ratanya. Selanjutnya respon masing-masing variabel sangat fluktuatif dengan respon terbesar FDI sebesar 0.048 pada periode kesepuluh, sedangkan EGD pada periode kesebelas sebesar 0.1
Selanjutnya ketika dilakukan shock terhadap variabel FDI, direspon oleh variabel UNEMPL dengan kenaikan diatas rata-rata sebesar 0.926 dan kemudian fluktuatif setiap periodenya dengan respon tertinggi pada periode pertama. EGD mulai merespon pada periode kedua sebesar 0.396 diatas rata-rata dan terus mengalami fluktuatif setiap periodenya, respon yang lebih stabil terjadi pada periode ke 5 hingga 15 antara 0.8-0.10.
Shock terakhir dilakukan terhadap variabel EGD yang langsung direspon oleh dua variabel lainnya sebesar 0.03 diatas rata-ratanya untuk FDI dan 0.17 diatas rata-rata untuk variabel EGD. Pada periode selanjutnya FDI merespon dengan respon negative yang relative konstan, begitu juga dengan EGD.
Uji terakhir yang dilakukan yaitu uji the cholesky decomposition atau the variance decomposition yang dapat memberikan informasi mengenai variabel inovasi yang relative lebih penting dalam VAR. Pada table hasil uji FEVD untuk DUNEMPL step 1, perkiraan error sepenuhnya dijelaskan oleh DUNEMPL, pada step setelahnya baru juga dijelaskan oleh DFDI sebesar 1.22% dan DEGD sebesar 0.00%. Hingga step 10 diketahui bahwa DFDI hanya menjelaskan sebesar 9.76% dan DEGD yang lebih besar yaitu 50.8%. Uji FED kedua yang dilakukan pada DFDI seketika direspon oleh DUNMPL sebesar 4.79% dan EGD baru merespon pada step kedua sebesar 12.31%. Hingga step terakhir masing-masing variabel menjelaskan error dengan nilai yang kecil yaitu sebesar 5.54% untuk DUNEMPL dan 23.05% untuk DEGD. Uji FED terakhir pada variabel DEGD direspon pada step 1 oleh DUNEMPL sebesar 3.04% dan DFDI sebesar 3.78%. Pada step terakhir DUNEMPL menjelaskan sebesar 0.676% dan DFDI sebesar 20.79%.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Mengacu pada analisa empiris yang telah dilakukan dapat ditarik dua butir kesimpulan. Kesimpulan pertama, investasi dalam artian akumulasi modal sangat penting dalam suatu pembangunan yang secara sigifikan juga akan berpengaruh terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan. Hasil akhir dari hubungan ini adalah pertumbuhan ekonomi yang baik dalam suatu negara. Kesimpulan pertama membawa kepada kesimpulan kedua yang diambil dari hasil berbagai uji yang dilakukan untuk menguji hipotesa yaitu, tidak terjadi hubungan timbal balik antar variabel dalam model. Hasil analisa membuktikan bahwa variabel yang secara signifikan berpengaruh terhadap jumlah pengangguran adalah variabel hutang swasta pemerintah.
Analisa dari kesimpulan yang didapat, fenomena ini mungkin terjadi karena realisasi FDI didominasi oleh sektor industri padat karya seperti transportasi, pergudangan dan telekomunikasi sebesar 39 persen serta obat-obatan dan farmasi sebesar 34 persen, sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan adalah tenaga kerja terdidik dan menjadi kurang efisien dalam menyerap tenaga kerja Indonesia yang didominasi oleh pekerja dengan skill kurang bersaing.
Melihat hasil kesimpulan paper diatas dapat dirumuskan beberapa rekomendasi untuk para pemangku kebijakan di Indonesia. Diantaranya, pemerintah harus lebih selektif dan perhitungan dalam menentukan kebijakan FDI sebagai salah satu penyedia lapangan pekerjaan sehingga memperbaiki data-data makro Indonesia. Selain itu, utang swasta pemerintah yang terbukti mampu menyerap tenaga kerja (asumsi seluruh utang swasta dipergunakan sebagai dana pembangunan infrastruktur) tidak serta merta harus diperbanyak karna sebagaimana literatur-literatur ekonomi menyatakan bahwa ULN memiliki dualisme dampak terhadap perekonomian.


Daftar pustaka

BKPM, FDI Strategy Paper 2010
Dumairy. Perekonomian Indonesia. Jakarta :Penerbit Erlangga. 1996
Easson, Alex. Tax Incentives for Foreign Direct Investment. Kluwer Law International. 2004
Gujarati, Damogar. Essential of Econometrics, International Edition. Baruch college. 1992
Indra. Modul Ekonometrika 1. Bogor. 2013
Juoro, Umar. Pertumbuhan Ekonomi, Investasi dan Pinjaman Luar Negeri. Depok : Bappenas, Cides  (Center  for Information and Development Studies). 1994
Khaliq, Abdul. Ilan Noy. Foreign Direct Investment and Economic Growth: Empirical Evidence from Sectoral Data in Indonesia. 2007, Paper
Latip, Dedi. Analisa Pengaruh Penanaman Modal Asing Langsung (FDI) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional Propinsi Tahun 2000-2006. Depok: FEUI. 2009, Thesis
Lipsey, Robert E dan Fredrik Sjoholm. Foreign Direct Investment, Education and Wages in Indonesian Manufacturing, Journal of Development Economics Vol. 73. 2004
Lipsey, Robert E., Fredrik Sjöholm dan Jing Sun. Foreign Ownership and Employment Growth in Indonesian Manufacturing”.Research Institute of industrial economics. IFN Working Paper No. 831, 2010
OECD. Foreign Direct Investment for Development :Maximising Benefits, Minimising Costs. France :OECD Publications Service. 2002
Peraturan Pemerintah Nomor 2/Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri
R. Ajija, Shochrul, Et all. Cara cerdas menguasai E-Views. Jakarta: Penerbit Salemba. 2011
R Krugman, Paul. Maurice Obstfeld. International Economic, theory and policy, 3rd edition.
Syamsudin. Anton A Setyawan. Foreign Direct Investment (FDI), Kebijakan Industri, dan Masalah Pengangguran: Studi Empirik di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 9, No.1, Juni 2008, hal. 107 – 119
Todaro, Michael P and Stephen C. Smith. (2008). Economic Development, 8th edition, England: Pearson Education.
UU No. 25/Tahun 2007 Bab 1 Pasal 1 tentang ketentuan umum penanaman modal
Walpole, E Ronald. Alih bahasa, Bambang Sumantri. Pengantar Statistika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 1993
www.bps.go.id diakses pada Jum’at, 8 November 2013
www.bi.go.id diakses pada Jum’at, 8 November 2013
www.bkpm.go.id diakses pada Jum’at, 8 November 2013
www.oecd.org diakses pada Sabtu, 9 November 2013
www.unctad.org diakses pada Sabtu, 9 November 2013
www.worldbank.org diakses pada Sabtu, 9 November 2013
http://laborsta.ilo.org diakses pada Senin, 11 November 2013
www.djpu.kemenkeu.go.id diakses pada Selasa, 12 November 2013
www.bpkb.go.id diakses pada Selasa, 12 November 2013



[1] Penulis adalah Mahasiswi STEI Tazkia Angkatan 2011 Program Studi Ilmu Ekonomi Islam
[2] Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi, dikeluarkan pada tanggal 27 februari 2006 oleh Presiden RI, Susilo Bambng Yudhoyono.
[3] UU No. 25/Th.2007 tentang penanaman modal ini disahkan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta pada tanggal 26 April 2007 dan diundangkan pada hari yang sama oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Hamid Awaludin dalam lembaran negara RI Tahun 2007 Nomor 67.
[4] Peraturan ini mengatur tentang tata-cara pengadaan pinjaman dan/atau penerimaan hibah serta penerusan pinjaman dan/atau hibah luar negeri yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Januari 2006 oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dan diundangkan pada tanggal yang sama oleh Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra dalam lembaran Negara RI tahun 2006 nomor 3.

2 comments:


  1. SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259














    SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259

    ReplyDelete

  2. SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259

    ReplyDelete