Lu’lu’ Rofi’atu Laila[1]
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Bogor
Jl. Ir. H. Djuanda No. 78, Sentul City-Bogor
lulu_diamond@ymail.com
Abstract
Employment
issues has become government main focus in recent years. Various agenda and
continues efforts arranged
by government to address these issues, but it is not enough in the fact. However, macro
economic datas show everythings in it’s right track with growth on realization of FDI and the
reduction of foreign debt on budget posture believed will benefit the economy.
This study aimed to determine the effect of FDI and foreign debt on job
opportunity for many unemployment in Indonesia and
also gives suggestion to the government and policy maker. This study
use empirical monthly time series data from 1981-2011. This study uses Vector
Auto Regression as a tool of analysis. The variables used in the study is FDI
(foreign direct investment), EGD (external government debt) and UNEMPL (unemployment).
The result shows the only variable that has effect on employment rate is
government debt. It means that FDI does not open up job opportunities for many unemployment in Indonesia.
Keyword: Employment, FDI, EGD, VAR
Pendahuluan
Investasi
atau penanaman modal yang merupakan salah satu faktor produksi menduduki tempat
yang krusial dalam penerapannya. Hal ini dikarenakan penanaman modal menjadi
sebuah langkah awal dalam setiap proses produksi, begitu juga dengan
pembangunan yang dilakukan oleh Negara-negara yang ada di dunia. Dumairy (1996)
menyebutkan bahwa dinamika penanaman modal mempengaruhi tinggi rendahnya
pertumbuhan ekonomi dan mencerminkan marak lesunya pembangunan. Kesadaran ini
yang tampaknya melandasi upaya pemerintah untuk terus berusaha mengakumulasi
modal demi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang baik yang dimaksudkan untuk
menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. Sesuai dengan yang diungkapkan Todaro
(2000) bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara
dipengaruhi oleh akumulasi modal (investasi pada tanah, peralatan, sarana dan
prasarana serta sumber daya manusia), sumber daya alam, sumber daya munusia (human
resources) baik jumlah maupun tingkat kualitas penduduknya, kemajuan
teknologi, akses terhadap informasi, keinginan untuk melakukan inovasi dan
mengembangkan diri serta budaya kerja.
Hutang luar negeri pemerintah
dengan berbagai perdebatan dampak yang disebabkannya tetap menduduki porsi yang
besar dalam APBN negara. Ironi ini dikarenakan pemerintah Indonesia masih
percaya teori ekonomi negara-negara maju yang menyatakan bahwa hutang luar
negeri dapat menjadi stimulan dan pendorong kegiatan ekonomi negara berkembang
yang perlu suntikan dana. Umar Juaro (1994) menyatakan bahwa secara teoritis
pada tahun 1950-1960an dalam semangat duet ekonomi Harod Domar, hutang luar
negeri memang memberikan dampak positif terhadap perekonomian melalui stimulus
dari sisi investasi dan pada akhirnya menambah pendapatan dan jumlah tabungan
masyarakat melalui multiplier effect.
Indonesia diketahui telah
memanfaatkan utang luar negeri sejak zaman orde baru. Utang tersebut awalnya
digunakan untuk membiayai pembangunan namun kemudian hari utang juga digunakan
sebagai tambahan pembiayaan defisit anggaran. Menurut data yang dirilis DJPU
hingga september 2013 diketahui hutang pemerintah sebesar 881.7 triliun rupiah.
Jumlah ini diproyeksikan terus mengalami penurunan hingga 23% dari APBN pada
akhir 2013, seiring dengan kebijakan pengelolaan utang yang ditetapkan
kementrian keuangan.
Foreign Direct Investment (FDI) atau
yang juga dikenal dengan sebutan penanaman modal asing (PMA) langsung, menjadi
salah satu alternatif pilihan yang marak digandrungi dan dipercaya sebagai
penyelamat perekonomian Negara-negara berkembang dengan cara mendapat suntikan
dana pembangunan ketika tabungan dalam negeri tidak cukup untuk membiayai
kegiatan pembangunan tersebut. Dengan begitu, Negara-negara berkembang termasuk
Indonesia berusaha lebih giat menggairahkan iklim investasi dalam negeri.
Menurut Dumairy
(1996) penggairahan iklim investasi di Indonesia telah dimulai sejak
diundangkannya UU N0. 1/ Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) dan UU
No. 6/ Tahun 1968 tentang Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) menyusul
tampilnya rezim orde baru yang mendukung kehadiran investasi dari luar negeri.
Kedua undang- undang tersebut kemudian disempurnakan dengan UU No. 11/Tahun
1970 tentang PMA dan UU No. 12/Tahun 1970 tentang PMDN.

Sumber: BKPM (diolah)
Grafik 1. Perkembangan Realisasi FDI 1999-2009
Perkembangan Foreign
Direct Investment (FDI) dapat dilihat pada grafik 1, Perkembangan
Realisasi FDI 1999-2009. Pasca diberlakukannya undang-undang tentang penanaman
modal asing, nilai realisasi FDI di Indonesia mengalami fluktuasi setiap
tahunnya. Meski begitu tingkat realisasi FDI di Indonesia terus menunjukkan
peningkatan dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan bahwa Indonesia saat ini telah
menjadi Negara tujuan investasi. Pertimbangan untuk memilih
suatu negara sebagai negara tujuan investasi menurut Alex Easson (2004) dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu stabilitas
ekonomi dan politik, infrastuktur bisnis dan hukum, sistem pemerintahan, dan
faktor tenaga kerja. Perkembangan ini layak menjadi berita gembira bagi
penduduk Indonesia karena realisasi FDI membawa beberapa manfaat baik bagi
Negara tujuan investasi (host country). Diantaranya, menurut OECD (2002)
yaitu meningkatkan investasi dan perdagangan, transfer teknologi, peningkatan
sumber daya manusia, kompetisi dan pengembangan perusahaan.
Pasca
pengeluaran inpres No. 3/Tahun 2006[2]
yang mengatur tentang kebijakan umum pemerintah dalam memperbaiki iklim
investasi yang dimaksudkan untuk menarik investor asing agar menanamkan modal
di Indonesia dalam bentuk FDI sekaligus untuk mencegah pengusaha Indonesia melarikan
modalnya ke luar negeri, iklim investasi Indonesia diperkirakan akan semakin
membaik. Dengan begitu, pemerintah berharap dapat menggerus angka pengangguran
di Indonesia melalui pembangunan pabrik-pabrik dan industri-industri baru
sehingga membuka lapagan-lapangan kerja baru.
Berdasarkan
data yang dirilis oleh badan pusat statistic (BPS) jumlah pengangguran terbuka
di Indonesia hingga februari 2013 adalah sejumlah 7.1 juta jiwa. Jumlah ini
mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang
sama yaitu sebesar 7.6 juta jiwa. Angka pengangguran ini cukup meresahkan, karena
sebagaimana yang telah dijelaskan dalam teori-teori makro ekonomi bahwa tingkat
pengangguran akan mempengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi suatu Negara.
Merunut pada
latar belakang yang telah dipaparkan diatas, penulis dalam paper ini mencoba
menganalisis pengaruh dana asing yang dibagi menjadi dua kelompok
besar yaitu investasi dan utang luar negeri terhadap upaya penyerapan tenaga
kerja di Indonesia. Secara eksplisit, tujuan dari penulisan paper ini yaitu pertama:
mengkaji adakah pengaruh peningkatan FDI dan ULN terhadap pengurangan
tingkat pengangguran terbuka; kedua: memberikan saran kebijakan dalam
rangka pencapaian tujuan pemerintah dalam pengendalian tingkat pengangguran dan
pertumbuhan ekonomi.
Bagian kedua
dari paper ini akan menjelaskan landasan teori dilanjutkan dengan data dan
metodologi pada bagian ketiga. Analisis dan pembahasan akan disajikan pada
bagian keempat dari paper, sedangkan kesimpulan dari pembahasan serta
rekomendasi akan disajikan dibagian akhir sekaligus sebagai penutup dari
pembahasan dalam paper.
Tinjauan Pustaka
Foreign Direct
Investment
(FDI) sebagaimana yang dirilis oleh OECD (1996) dan the IMF (1993) mencerminkan
suatu bentuk tujuan mendapatkan kepentingan tetap oleh suatu entitas penduduk
suatu negara (direct investor) di dalam perekonomian entitas penduduk
lain yang bukan milik investor (direct enterprise).
Sedangkan menurut UU No. 25/Tahun 2007[3]
tentang penanaman modal, sebagaimana yang
tercantum dalam Bab 1 pasal 1 bahwa yang dimaksud dengan penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di
wilayah Negara Republik Indonesia yang
dilakukan oleh penanam modal asing, baik
yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang
berpatungan dengan penanam modal dalam
negeri.
Proyeksi FDI direncanakan naik
setiap tahunnya. Perencanaan ini bukanlah suatu kebijakan yang tidak didasari
oleh fakta ataupun analisis terlebih dahulu. Pada faktanya data membuktikan
bahwa Negara-negara dunia dengan tingkat realisasi FDI yang tinggi terbukti
dapat mengurangi jumlah kemiskinan di negaranya. Sebagaimana yang tergambar
pada grafik 3 dibawah, jumlah kemiskinan berhubungan negative dengan jumlah FDI
yang masuk ke Negara tersebut. Populasi penduduk miskin tertinggi dengan
presentasi diatas 70 persen dimiliki oleh Negara dengan tingkat persentase FDI
terhadap GDP rendah. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa peran FDI bagi
pertumbuhan ekonomi sangat esensial dibuktikan dengan Negara-negara dengan
penduduk berpendapatan tinggi dapat memberikan suatu insentif bagi masyarakat
dengan pendapatan rendah. Sehingga dampak positif FDI dalam pengurangan angka
kemiskinan akan terasa jika FDI dijadikan sebagai alat untuk menumbuhkan
industry-industri yang intensif menyerap tenaga kerja (OECD, 2002).

Sumber:
World Development Indications
Grafik 3. Kemiskinan dan FDI inward di 60 negara
berkembang
Utang luar
negeri atau dikenal dengan pinjaman luar negeri adalah: setiap penerimaan
negara baik dalam bentuk devisa dan/atau devisa yang dirupiahkan,
rupiah, maupun dalam bentuk barang dan/atau jasa yang diperoleh dari pemberi pinjaman luar negeri yang harus
dibayar kembali dengan persyaratan tertentu
(kemenkeu).
Berbeda dengan
FDI yang diproyeksikan dan diusahakan untuk terus mengalami kenaikan, ULN
justru diusahakan untuk terus berkurang. Pemerintah memiliki kewenangan untuk
mengatur sirkulasi utang sebagai penutup deficit anggaran dan kucuran dana
proyek namun harus tetap sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan,
sebagaimana tercantum dalam peraturan pemerintah Nomor 2/Tahun 2006[4]
tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan
Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri.
Beberapa literatur mengelompokkan penduduk dalam suatu negara
menjadi dua kelompok besar yang digunakan untuk keperluan analisis ketenaga
kerjaan yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Kemudian lebih luas tenaga
kerja dikelompokkan menjadi angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (Dumairy,
1993). Kelompok angkatan kerja yang tidak bekerja dan masih atau sedang mencari
pekerjaan inilah yang kemudian oleh BPS disebut sebagai pengangguran terbuka.
Berbagai
penelitian terdahulu telah dilakukan untuk menganalisis dan membuktikan secara
empiris hubungan antara FDI dan pertumbuhan ekonomi meski dengan focus yang berbeda-beda.
Mayoritas penelitian dilakukan untuk menganalisa apakah FDI benar-benar
memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan focus
wilayah yang berbeda seperti pembangunan perekonomian daerah-daerah tertentu
ataupun sector tertentu seperti manufaktur, farmasi dan lain-lain. Sementara
penelitian yang menitik fokuskan pada penyerapan tenaga kerja diantaranya
seperti hubungan FDI dengan jumlah pengangguran terbuka dan tenaga terdidik.
Namun, berdasarkan pengetahuan penulis yang minim, penelitian yang menitik
fokuskan pada penyerapan tenaga kerja tamatan universitas belum pernah
dilakukan.
Paper ini
merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Syamsudin dan Anton A Setyawan
(2008) yang menganalisis keterkaitan antara angka penanaman modal asing
langsung (FDI) dan jumlah orang yang bekerja di indonesia, namun paper ini
lebih menitik fokuskan pada penyerapan tenaga kerja tamatan universitas. Dengan
menggunakan alat analisis regresi model error correction model (ECM) pendekatan
first order, ia menemukan bahwa variabel FDI tidak berpengaruh terhadap jumlah
orang bekerja di Indonesia.
Berbeda dengan penelitian yang dilakukan
oleh Lipsey dan Sjoholm (2004) dalam penelitiannya yang menganalisis peran
investasi asing langsung (FDI) di Indonesia berperan dalam membuka lapangan
pekerjaan bagi tenaga kerja terdidik. Selain itu, FDI juga memberikan sumbangan
bagi industry manufaktur Indonesia terutama dari sisi teknologi.
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Robert E.
Lipsey, Fredrik Sjöholm dan Jing Sun (2010) dalam penelitiannya “Foreign
Ownership and Employment Growth in Indonesian Manufacturing” bahwasanya FDI
memiliki pengaruh baik dalam pertumbuhan perekonomian khususnya dalam hal
penyerapan tenaga kerja. Dalam penelitiannya ia membuktikan bahwa kepemilikan
atau akuisisi oleh asing menunjukkan tingkat pertumbuhan dan produktivitas yang
lebih tinggi dibanding yang dimiliki oleh domestic. Pada akhirnya, perusahaan-perusahaan
milik asinglah yang lebih dapat menyerap tenaga kerja dari Indonesia.
Data dan Metodologi
Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah jenis data sekunder time series tahunan periode waktu 1981 hingga
2011, rentang waktu ini digunakan untuk memenuhi asumsi penyebaran data normal
yakni sebanyak 30 observasi. Data tersebut merupakan data set yang diambil dari
world development indication (WDI) yang diunduh di Official website
world bank untuk data Foreign Direct Investment (FDI) dan utang
luar negeri (EGD) serta statistik ketenaga kerjaan (LABORSTA) di Official
website International Labor Organisation (ILO).
Dalam mengestimasi data, Alat analisis yang
digunakan oleh penulis adalah analisis Vector Auto Regression (VAR)
dengan pendekatan differensiasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari
adanya regresi lancung (spurious regression) akibat ketidak stasioner-an data
yang cenderung ditemukan dalam data time series (Gujarati, 2003).
Model utama menggambarkan hubungan antara
jumlah penganguran (Unemploy) dijelaskan oleh angka investasi langsung (FDI)
dan utang luar negeri yang dinotasikan dengan EGD. Model yang dapat dibangun
dari hubungan tersebut adalah sebagai berikut:
Dimana:
UnEmployt = bentuk dari first difference
𝛶0 = Intersep
FDI = Foreign Direct Investment
EGD =Utang
Luar Negeri (dalam paper digunakan utang swasta asumsi dana pembangunan infrastruktur)
𝜀 =
Error
Hasil dan Pembahasan
Sebelum melakukan analisis maka perlu dilakukan pengujian stasionaritas
sebagai syarat estimasi model ekonomi menggunakan data time series dengan
metode analisis VAR. Uji ini dapat dilakukan melalui pengujian ada atau
tidaknya unit root dalam variabel dengan uji augmented dicky fuller
(ADF) mengacu pada shochrul et all (2011).
Berdasarkan uji unit root dengan menggunakan ADF masing-masing
variabel yaitu FDI, EGD dan Unempl stasioner pada tingkat first different-nya
dan tingkat kepercayaan 95%. Karena data telah diketahui stasioner,
dilakukan prosedur selanjutnya yaitu uji stabilitas model VAR. Dalam pengujian
diketahui model VAR telah stabil ditandai dengan nilai modulus yang lebih kecil
dari 1.
Selanjutnya dilakukan pengujian
hipotesis dengan dua uji yaitu the likelihood ratio test untuk melihat jumlah lag
yang paling optimal untuk model. Hasil uji menyatakan bahwa lag optimal terdapat
pada lag 2 dengan nilai AIC dan SIC terbaik. Selain itu, hasil uji kointegrasi
juga menyatakan model tidak mengandung vector kointegrasi sehingga prosedur
penelitian dapat diselesaikan dengan menggunakan metode VAR sederhana (shochrul
et all). Sedangkan tes kedua dilakukan untuk menguji apakah suatu independent
variable meningkatkan peramalan dari dependent variable atau tidak
dengan menggunakan granger causality test. Hasil test menunjukkan bahwa variabel EGD (utang
swasta pemerintah) secara signifikan berpengaruh terhadap FDI (investasi asing
langsung) dan UNEMPL (pengangguran), sedangkan pengaruh variabel-variabel yang
lain tidak jelas. Dengan demikian hipotesa yang menyatakan adanya hubungan
sebab akibat antar variabel tidak terbukti.
The Impulse Response Test dilakukan untuk menganalisa pengaruh dari
satu variabel terhadap variabel lain secara bersamaan. Dari uji IRF diketahui
bahwa respon terhadap shock variabel Unempl sebesar satu standar deviasi
tidak direspon oleh variabel FDI dan EGD pada periode awal, selanjutnya pada
periode kedua memberi respon kenaikan EGD sebesar 0.000725 diatas rata-ratanya
dan FDI 0.018 dibawah rata-ratanya. Selanjutnya respon masing-masing variabel
sangat fluktuatif dengan respon terbesar FDI sebesar 0.048 pada periode
kesepuluh, sedangkan EGD pada periode kesebelas sebesar 0.1
Selanjutnya ketika dilakukan shock terhadap variabel FDI,
direspon oleh variabel UNEMPL dengan kenaikan diatas rata-rata sebesar 0.926
dan kemudian fluktuatif setiap periodenya dengan respon tertinggi pada periode
pertama. EGD mulai merespon pada periode kedua sebesar 0.396 diatas rata-rata
dan terus mengalami fluktuatif setiap periodenya, respon yang lebih stabil
terjadi pada periode ke 5 hingga 15 antara 0.8-0.10.
Shock terakhir dilakukan terhadap variabel EGD
yang langsung direspon oleh dua variabel lainnya sebesar 0.03 diatas rata-ratanya
untuk FDI dan 0.17 diatas rata-rata untuk variabel EGD. Pada periode
selanjutnya FDI merespon dengan respon negative yang relative konstan, begitu
juga dengan EGD.
Uji terakhir yang dilakukan yaitu uji the cholesky decomposition
atau the variance decomposition yang dapat memberikan informasi mengenai
variabel inovasi yang relative lebih penting dalam VAR. Pada table hasil uji FEVD
untuk DUNEMPL step 1, perkiraan error sepenuhnya dijelaskan oleh DUNEMPL, pada
step setelahnya baru juga dijelaskan oleh DFDI sebesar 1.22% dan DEGD sebesar
0.00%. Hingga step 10 diketahui bahwa DFDI hanya menjelaskan sebesar 9.76% dan
DEGD yang lebih besar yaitu 50.8%. Uji FED kedua yang dilakukan pada DFDI
seketika direspon oleh DUNMPL sebesar 4.79% dan EGD baru merespon pada step
kedua sebesar 12.31%. Hingga step terakhir masing-masing variabel menjelaskan
error dengan nilai yang kecil yaitu sebesar 5.54% untuk DUNEMPL dan 23.05%
untuk DEGD. Uji FED terakhir pada variabel DEGD direspon pada step 1 oleh
DUNEMPL sebesar 3.04% dan DFDI sebesar 3.78%. Pada step terakhir DUNEMPL
menjelaskan sebesar 0.676% dan DFDI sebesar 20.79%.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Mengacu pada analisa empiris yang telah dilakukan dapat ditarik dua
butir kesimpulan. Kesimpulan pertama, investasi dalam artian akumulasi
modal sangat penting dalam suatu pembangunan yang secara sigifikan juga akan
berpengaruh terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan. Hasil akhir dari hubungan
ini adalah pertumbuhan ekonomi yang baik dalam suatu negara. Kesimpulan pertama
membawa kepada kesimpulan kedua yang diambil dari hasil berbagai uji
yang dilakukan untuk menguji hipotesa yaitu, tidak terjadi hubungan timbal
balik antar variabel dalam model. Hasil analisa membuktikan bahwa variabel yang
secara signifikan berpengaruh terhadap jumlah pengangguran adalah variabel
hutang swasta pemerintah.
Analisa dari kesimpulan yang didapat, fenomena ini mungkin terjadi karena
realisasi FDI didominasi oleh sektor industri padat karya seperti transportasi,
pergudangan dan telekomunikasi sebesar 39 persen serta obat-obatan dan farmasi
sebesar 34 persen, sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan adalah tenaga kerja
terdidik dan menjadi kurang efisien dalam menyerap tenaga kerja Indonesia yang
didominasi oleh pekerja dengan skill kurang bersaing.
Melihat hasil kesimpulan paper diatas dapat dirumuskan beberapa
rekomendasi untuk para pemangku kebijakan di Indonesia. Diantaranya, pemerintah
harus lebih selektif dan perhitungan dalam menentukan kebijakan FDI sebagai
salah satu penyedia lapangan pekerjaan sehingga memperbaiki data-data makro
Indonesia. Selain itu, utang swasta pemerintah yang terbukti mampu menyerap
tenaga kerja (asumsi seluruh utang swasta dipergunakan sebagai dana pembangunan
infrastruktur) tidak serta merta harus diperbanyak karna sebagaimana
literatur-literatur ekonomi menyatakan bahwa ULN memiliki dualisme dampak
terhadap perekonomian.
Daftar pustaka
BKPM, FDI Strategy
Paper 2010
Dumairy. Perekonomian
Indonesia. Jakarta :Penerbit Erlangga. 1996
Easson, Alex. Tax Incentives
for Foreign Direct Investment. Kluwer Law International. 2004
Gujarati, Damogar. Essential
of Econometrics, International Edition. Baruch college. 1992
Indra. Modul
Ekonometrika 1. Bogor. 2013
Juoro,
Umar. Pertumbuhan Ekonomi, Investasi dan
Pinjaman Luar Negeri.
Depok : Bappenas, Cides (Center for Information and Development Studies).
1994
Khaliq, Abdul. Ilan Noy. Foreign
Direct Investment and Economic Growth: Empirical Evidence from Sectoral Data in
Indonesia. 2007, Paper
Latip, Dedi. Analisa Pengaruh Penanaman
Modal Asing Langsung (FDI) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional Propinsi Tahun
2000-2006. Depok: FEUI. 2009, Thesis
Lipsey, Robert E dan Fredrik
Sjoholm. Foreign Direct Investment,
Education and Wages in Indonesian Manufacturing, Journal of Development Economics Vol. 73. 2004
Lipsey, Robert E., Fredrik Sjöholm dan Jing Sun. “Foreign Ownership and Employment Growth in
Indonesian Manufacturing”.Research
Institute of industrial economics. IFN Working Paper No. 831, 2010
OECD. Foreign Direct
Investment for
Development :Maximising Benefits, Minimising Costs. France :OECD Publications
Service. 2002
Peraturan Pemerintah Nomor 2/Tahun 2006 tentang Tata Cara
Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau
Hibah Luar Negeri
R. Ajija, Shochrul, Et all. Cara
cerdas menguasai E-Views. Jakarta: Penerbit Salemba. 2011
R Krugman, Paul. Maurice
Obstfeld. International Economic, theory and policy, 3rd
edition.
Syamsudin. Anton A Setyawan. Foreign
Direct Investment (FDI), Kebijakan Industri, dan Masalah Pengangguran: Studi
Empirik di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 9, No.1, Juni
2008, hal. 107 – 119
Todaro, Michael P and Stephen
C. Smith. (2008). Economic Development, 8th edition, England:
Pearson Education.
UU No. 25/Tahun 2007 Bab 1 Pasal 1 tentang
ketentuan umum penanaman modal
Walpole, E Ronald. Alih bahasa, Bambang
Sumantri. Pengantar Statistika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
1993
www.bps.go.id diakses pada Jum’at, 8 November
2013
www.bi.go.id diakses pada Jum’at, 8 November
2013
www.bkpm.go.id diakses pada Jum’at, 8 November
2013
www.oecd.org diakses pada Sabtu, 9 November
2013
www.unctad.org diakses
pada Sabtu, 9 November 2013
www.worldbank.org diakses
pada Sabtu, 9 November 2013
http://laborsta.ilo.org diakses pada Senin, 11 November 2013
www.djpu.kemenkeu.go.id diakses pada Selasa, 12 November 2013
www.bpkb.go.id diakses pada Selasa, 12 November
2013
[1] Penulis adalah Mahasiswi STEI Tazkia
Angkatan 2011 Program Studi Ilmu Ekonomi Islam
[2] Instruksi Presiden Republik Indonesia
Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi,
dikeluarkan pada tanggal 27 februari 2006 oleh Presiden RI, Susilo Bambng
Yudhoyono.
[3] UU No. 25/Th.2007 tentang penanaman
modal ini disahkan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta pada
tanggal 26 April 2007 dan diundangkan pada hari yang sama oleh Menteri Hukum
dan HAM RI, Hamid Awaludin dalam lembaran negara RI Tahun 2007 Nomor 67.
[4] Peraturan ini mengatur tentang
tata-cara pengadaan pinjaman dan/atau penerimaan hibah serta penerusan
pinjaman dan/atau hibah luar negeri yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30
Januari 2006 oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dan diundangkan pada
tanggal yang sama oleh Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra dalam
lembaran Negara RI tahun 2006 nomor 3.
ReplyDeleteSAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259
SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259
ReplyDeleteSAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259