Sedu
sedan dalam lamat sunyi
Tersungkur,
meratap, memaki
Hina
dina jiwa dan raga
Hadirkan
segala polah dan kata
Menghujam
telak di ulu hati
"mengapa
ku selalu berteman sepi??"
Berteriak,
murka, tanpa malu
Kata
itu telah menyadarkanku
Betapa
hati begitu picik
Keagungannya
bahkan tak terbetik
Oh,
sang maha cinta
Tak
kusadari cinta ini maha dahsyatnya
Tak
kulihat rinduMu mempesona
Hati
ini tlah tergadai sang maya pada
Seduku
larut dalam malam syahdu
Malaikat
menjadi saksi dahaga cinta
Jiwa
menembus dimensi ruang dan waktu,
Tersenyum,
kulihat ia damai dalam sujud cintanya
Bahagia
menjemput undangan Sang Maha cinta
No comments:
Post a Comment