Apr 14, 2012

Karna ku hanya butuh satu alasan


Pernahkah tuan merasa begitu bahagia hingga ingin waktu berhenti berputar dan jam berhenti berdetak?? Bahkan tuan tak lagi berfikir tentang sebuah padang rumput luas yang indah dan penuh kedamaian dengan gemericik aliran sungai yang begitu indah dengan aliran emas kemerahan ditimpa mega senja mencerminkan siluet sebatang pohon rindang dengan kicauan merdu burung-burung yang hinggap didahannya yang kokoh?? Pernahkah??

Meski hatiku memaksa fikiranku untuk mendengar sebuah jawaban “tidak” tapi aku sadar betapa anda semua –tuan dan puan- memiliki lebih dari satu alasan untuk merasakan suatu kebahagiaan dan kepuasan seperti yang telah ku gambarkan, yah anda semua punya segalanya untuk alasan kebahagiaan.
Lalu, sepanjang indahnya hayat tuan dan puan pernahkah anda berfikir atau sekedar menyuarakan hati bertanya akankah orang-orang kecil dan abdi jelata menemukan alasan kebahagiaan mereka?? Seperti apakah alasan kebahagiaan itu?? Akankah semuanya semudah dan seindah jalan yang tuan susuri?? Aku kembali bertanya pernahkah??

Jikalau suatu saat nanti tuan berbaik hati meluangkan fikiran dan bertanya, pernahkah kau?? Dengan senang hati saya akan segera menceritakannya tanpa perlu tuan melirik perputaran detik jam yang akan membuat anda berfikir ulang, maka dengarkanlah!!? Betapa aku merasa begitu bahagia karnanya, benar sekali hanya saat bersamanya aku merasakan kebahagiaan seperti itu, aku hanya perlu berfikir bagaimana tuk tertawa, aku bahkan tak perlu berfikir bagaimana cara tuk bahagia, hanya tertawa dan tertawa.

Meski sejujurnya aku tak yakin dengan perasaan itu, tapi taukah tuan?? Ini kali pertamanya aku berfikir kaum seperti kamipun berhak memiliki sahabat, kami juga berhak memiliki walau hanya sebuah alasan untuk bahagia tanpa kami harus berfikir bagaimana kami menemukan kebahagiaan-kebahagiaan lain sesudah itu. Meski akupun tak yakin apakah aku berhak untuk berfikir orang sepertiku memiliki seorang sahabat, bisakah aku percaya setelah berbagai penghianatan yang menyapa tiap liku jalan kehidupan ini?? ah, bisakah anda bayangkan semua itu tuan?? Betapa menderitanya aku karna aku bahkan tak punya keberanian tuk menyuarakan pertanyaan itu, aku benar-benar takut pertanyaan itulah jawaban dari segala kegundahanku, aku takut ketidakpercayaan itu adalah kenyataan yang sebenarnya aku hindari, aku takut, aku benar-benar takut.

Akupun mulai berharap dan menggunakan kata-kata “seandainya”, sebuah kata yang aku ingin tak pernah ku gunakan sekalipun dalam hidup, karna kata itu menyiratkan sebuah keputusasaan untuk orang-orang sepertiku. Aku berharap semuanya akan terus begini tanpa harus ada yang dipertanyakan, aku hanya ingin tetap menganggapnya sahabat walau hanya sejenak, aku bahkan tak perlu sebuah pengakuan, sama sekali tidak, karna aku hanya butuh sebuah alasan, satu saja alasan untuk terus tertawa tanpa harus memikirkan bagaimana tuk bahagia.

No comments:

Post a Comment